Dirga Roslukito's

Story

Professional dan kebohongan

Bohong itu Perlu
Sumber : Google


Memang dalam dunia kerja akan selalu dikenal istilah professional kerja. Saya sendiri awalnya tidak mengetahui apa maksud dari professional ketika awal kerja di sini. Karena apa yang saya tangkap maksud dari professional kerja, tidak sesuai dengan apa yang orang-orang disini maksudkan. Entah apa saya yang salah mengerti, atau lingkungan kerja yang membuat semuanya berbeda.

Saya tipe orang yang selalu melakukan semuanya semaksimal mungkin serta melihat situasi dan kondisi yang ada. Itu yang saya maksud professional. Baik dari segi aspek pekerjaan, dalam belajar, serta dalam memperlakukan seseorang. Memang saya terkenal dengan ceplas ceplos, karena saya berprinsip lebih baik diungkapkan daripada jadi beban di kemudian hari. Terkadang bahkan ada beberapa orang yang sampai sakit hati mendengar kenyataan yang saya sampaikan.

Apakah orang tidak ingin mendengar kenyataan yang pahit dan hanya ingin mendengarkan yang manis-manis saja walaupun dibungkus dengan kebohongan besar? Jika memang seperti itu yang diinginkan orang-orang disini, maka sebaiknya saya yang menjauh dari tempat ini. Karena jika dipaksakan berlanjut saya berada disini, maka yang ada kedepannya malah semakin sakit hati orang-orang yang ada disini dengan keberadaan saya.

Gambar diatas saya ambil dari google (mohon maaf situs tidak saya cantumkan). Dari gambar itu menjelaskan bahwa bohong itu perlu. Gambar juga memperlihatkan ada pria dengan jas kantor menyilangkan jarinya yang merupakan tanda orang berbohong. Entah berasal darimana tanda jari itu, yang jelas saya pernah tahu istilah itu dari film-film barat.

Istilah bohong itu perlu terdengar aneh di telinga saya. Apakah semua orang sudah sepantasnya diajari berbohong sejak kecil? Dalam agama Islam, bohong itu dosa. Bahkan bisa masuk kategori orang munafiq bagi orang yang berbohong. Tetapi kenapa masih ada saja orang yang berbohong?

Kembali lagi membahas professional kerja. Dalam pemahaman orang-orang disini, mungkin yang dimaksud professional kerja adalah mengatakan bahwa saya menyukai anda di depan mereka dan mengatakan saya membenci dia di belakangnya. Karena selama saya disini (baru dua bulan), pengalaman yang saya tangkap adalah seperti itu. Jangan menceritakan keburukan orang A didepan orang A, jadi kalo di depan orang B, C, dan seterusnya tidak apa-apa asalkan orang tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan A.

Lalu apa guna belajar PKN dulu? Dulu anak SD diajarkan tentang bagaimana sikap jika kita menemukan uang di jalan. Pasti jawaban yang diharapkan adalah mengembalikan ke orang yang bersangkutan atau memberikan kepada pihak yang berwenang. Namun kenyataan tidak seperti itu. Ketika kita menemukan uang di jalan, karena kita kesulitan mencari sang pemilik uang, ya pilihannya berganti menjadi memasukkan ke kotak infaq masjid atau mengantonginya untuk tambahan uang jajan.

Dari situs sumber gambar, dijelaskan tentang 3 hal / saat-saat kita diperbolehkan berbohong. Yaitu saat berperang (menggunakan strategi, dll), mendamaikan orang berselisih, dan demi kebahagiaan rumah tangga. Itupun penggunaannya benar-benar dibatasi hanya untuk kebaikan dan dalam kondisi yang baik. Penulis blog tersebut mencontohkan dalam mendamaikan orang berselisih itu perlu untuk menggunakan bahasa yang baik agar orang yang berselisih bisa berdamai. Saya tebalkan kata baik agar tidak disalah artikan menjadi intepretasi yang buruk.

Back to topic. Mengenai pembahasan tentang professional kerja dan kebohongan. Professional adalah tentang menjadi orang yang mampu berada pada setiap situasi dengan sikap yang seharusnya pada situasi tersebut. Memang tidak semua orang bisa melakukan itu, namun jika kita mampu melakukannya, maka bukan mustahil kita akan menjadi orang yang lebih baik.

Kesimpulan yang bisa didapat adalah jangan berbohong dalam kondisi apapun itu dan jika memang terpaksa kita harus berbohong, memohon ampunlah kepada Allah SWT. Karena berbohong itu dosa apapun alasan yang mendampinginya.

Mohon maaf jika tulisan saya masih berantakan. Maklum masih belajar menulis dan meluapkan emosi melalui tulisan. :) Hehe...
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda