Dirga Roslukito's

Story
End is not the End
Source : JessandKait's Bucket - PhotoBucket.com

Tema yang akan saya angkat pada pembahasan saya kali ini mengenai Akhir bukanlah Akhir. Apa maksudnya? Mari sebelum saya jelaskan, alangkah baiknya saya sedikit bercerita seperti yang selalu saya lakukan.

Beberapa minggu ini sudah diramaikan dengan efek pilkada Jakarta yang entah kenapa seluruh Indonesia yang ribut. Beban berat yang harus dipikul setelah pilkada berlalu inilah yang jadi masalah bagi para pengamat politik (bahkan saya pribadi yang tidak ikutan pilkada dan bukan pengamat politik).

Luka SARA yang dilontarkan setelah pilkada berakhir tidak akan pernah hilang. Dan dengan ijin Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, orang yang tersakiti tersebut malah mendapat nikmat walaupun bukan seorang muslim. Bukankah nikmat Allah untuk seluruh makhluknya?
Saya bukan pendukung Pak Basuki, tapi saya tahu pasti saya akan dianggap demikian. Lalu saya mesti menolak terus? Ya akhirnya dinikmati saja. Toh saya jadi pendukung Pak Basuki atau tidak, saya akan tetap jadi diri saya sendiri.

Ok, kembali ke topik. Setelah bercerita tentang masalah luka pasca perang besar (tergolong besar karena sampai menarik perhatian seluruh rakyat Indonesia, bahkan beberapa orang di luar negeri), saya akan lanjut mengenai alasan kenapa saya memberi judul Akhir bukanlah Akhir.

Pak Basuki sekarang memang sudah kembali bertugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. Walaupun sudah tersiar kabar bahwa Pak Basuki kalah dalam perang PilGub DKI, tapi bukan berarti beliau sudah berakhir di Indonesia kan? Bahkan ada isu yang beredar juga bahwa Presiden Joko Widodo akan melakukan reshuffle menteri (Sumber : News Detik). Ya kembali lagi, itu hanya isu yang belum diketahui kebenarannya. Namun yang pasti, masih banyak yang menginginkan Pak Basuki menjadi selain Gubernur. Bahkan sudah ada yang siap memboyong Pak Basuki dengan gaji Rp 250jt per bulan diluar bonus (Sumber : Tribun News).

Ya sekali lagi, Akhir bukanlah Akhir benar kan? Masih banyak jalan menuju kesuksesan dan bagi orang yang jujur dan pekerja keras, tidak perlu memikirkan jalannya seperti apa. Yang perlu dipikirkan hanya kejujuran, kerja kerasnya, dan ibadahnya kepada Tuhannya. Dalam keyakinan saya, ibadah kepada Allah SWT lebih dari sekedar sholat, sedekah, dan puasa. Namun ibadah salah satunya adalah tentang sikap kita dalam menyikapi orang yang ada di sekitar kita.

Nilai motivasi yang di dapat sudah saya sampaikan sekaligus dalam kesimpulan. Jika ada yang kurang berkenan atau ingin mengirimkan masukan, silahkan meninggalkan komentar di bawah. Terimakasih kepada para pembaca sekalian. :)

Salam Hangat

CakGooder
Bohong itu Perlu
Sumber : Google


Memang dalam dunia kerja akan selalu dikenal istilah professional kerja. Saya sendiri awalnya tidak mengetahui apa maksud dari professional ketika awal kerja di sini. Karena apa yang saya tangkap maksud dari professional kerja, tidak sesuai dengan apa yang orang-orang disini maksudkan. Entah apa saya yang salah mengerti, atau lingkungan kerja yang membuat semuanya berbeda.

Saya tipe orang yang selalu melakukan semuanya semaksimal mungkin serta melihat situasi dan kondisi yang ada. Itu yang saya maksud professional. Baik dari segi aspek pekerjaan, dalam belajar, serta dalam memperlakukan seseorang. Memang saya terkenal dengan ceplas ceplos, karena saya berprinsip lebih baik diungkapkan daripada jadi beban di kemudian hari. Terkadang bahkan ada beberapa orang yang sampai sakit hati mendengar kenyataan yang saya sampaikan.

Apakah orang tidak ingin mendengar kenyataan yang pahit dan hanya ingin mendengarkan yang manis-manis saja walaupun dibungkus dengan kebohongan besar? Jika memang seperti itu yang diinginkan orang-orang disini, maka sebaiknya saya yang menjauh dari tempat ini. Karena jika dipaksakan berlanjut saya berada disini, maka yang ada kedepannya malah semakin sakit hati orang-orang yang ada disini dengan keberadaan saya.

Gambar diatas saya ambil dari google (mohon maaf situs tidak saya cantumkan). Dari gambar itu menjelaskan bahwa bohong itu perlu. Gambar juga memperlihatkan ada pria dengan jas kantor menyilangkan jarinya yang merupakan tanda orang berbohong. Entah berasal darimana tanda jari itu, yang jelas saya pernah tahu istilah itu dari film-film barat.

Istilah bohong itu perlu terdengar aneh di telinga saya. Apakah semua orang sudah sepantasnya diajari berbohong sejak kecil? Dalam agama Islam, bohong itu dosa. Bahkan bisa masuk kategori orang munafiq bagi orang yang berbohong. Tetapi kenapa masih ada saja orang yang berbohong?

Kembali lagi membahas professional kerja. Dalam pemahaman orang-orang disini, mungkin yang dimaksud professional kerja adalah mengatakan bahwa saya menyukai anda di depan mereka dan mengatakan saya membenci dia di belakangnya. Karena selama saya disini (baru dua bulan), pengalaman yang saya tangkap adalah seperti itu. Jangan menceritakan keburukan orang A didepan orang A, jadi kalo di depan orang B, C, dan seterusnya tidak apa-apa asalkan orang tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan A.

Lalu apa guna belajar PKN dulu? Dulu anak SD diajarkan tentang bagaimana sikap jika kita menemukan uang di jalan. Pasti jawaban yang diharapkan adalah mengembalikan ke orang yang bersangkutan atau memberikan kepada pihak yang berwenang. Namun kenyataan tidak seperti itu. Ketika kita menemukan uang di jalan, karena kita kesulitan mencari sang pemilik uang, ya pilihannya berganti menjadi memasukkan ke kotak infaq masjid atau mengantonginya untuk tambahan uang jajan.

Dari situs sumber gambar, dijelaskan tentang 3 hal / saat-saat kita diperbolehkan berbohong. Yaitu saat berperang (menggunakan strategi, dll), mendamaikan orang berselisih, dan demi kebahagiaan rumah tangga. Itupun penggunaannya benar-benar dibatasi hanya untuk kebaikan dan dalam kondisi yang baik. Penulis blog tersebut mencontohkan dalam mendamaikan orang berselisih itu perlu untuk menggunakan bahasa yang baik agar orang yang berselisih bisa berdamai. Saya tebalkan kata baik agar tidak disalah artikan menjadi intepretasi yang buruk.

Back to topic. Mengenai pembahasan tentang professional kerja dan kebohongan. Professional adalah tentang menjadi orang yang mampu berada pada setiap situasi dengan sikap yang seharusnya pada situasi tersebut. Memang tidak semua orang bisa melakukan itu, namun jika kita mampu melakukannya, maka bukan mustahil kita akan menjadi orang yang lebih baik.

Kesimpulan yang bisa didapat adalah jangan berbohong dalam kondisi apapun itu dan jika memang terpaksa kita harus berbohong, memohon ampunlah kepada Allah SWT. Karena berbohong itu dosa apapun alasan yang mendampinginya.

Mohon maaf jika tulisan saya masih berantakan. Maklum masih belajar menulis dan meluapkan emosi melalui tulisan. :) Hehe...
Flashback si A (part1) Gambar 1 Source Instagram
Sumber : Instagram
Gambar diatas saya dapat dari Instagram seseorang (bukan A yang upload). Apa maksud saya upload gambar itu disini? Saya akan jelaskan setelah pesan-pesan berikut ini.. :D

Sebelumnya saya pernah post di blog lain masalah cerita cinta saya, dari awal saya sebelum kenal sama A, setelah kenal, sampai akhirnya sekarang jadian dengan dengan A yang lain (Ananda Yulia Kurnia Sari, red). Mungkin kalau dia tahu saya cerita disini bisa pecah kongsi ini. :D (maaf ya nduk :P )

Back to Topic. Saya akan review sedikit tentang hubungan saya dengan A itu. Jadi ceritanya berawal saat saya masih kuliah, saya dan A sama-sama menempuh jurusan yang sama di kampus. Kebetulan juga sama-sama menjadi asisten praktikum di lab. Saya waktu itu pernah menjabat sebagai Koordinatornya, sedangkan A menjadi asisten saya (ciee asisten cantik :D ). Banyak yang bilang saya cocok dengan A, terutama kakak tingkat saya yang sudah seperti kakak saya sendiri. Sebut saja N (maaf kalau ada yang namanya sama).

Singkat cerita nih, saya PDKTin A, tiap hari berusaha antar jemput A. Ketemu di jalan saya ajak bareng. Bahagia sih iya, tapi lama-lama saya merasa harus kasih kepastian nih. Masak iya jalan bareng hampir tiap hari tapi masih gak ada status. Akhirnya saya pengen coba nembak dia. Memang sih anaknya alim. Sebagai cowok kadang saya minder, soalnya saya tipe orang yang suka petakilan sendiri sih (gaje lah pokoknya). Apalagi A ini dikenal karena dia itu aktif, dan mantan pacarnya tuh sholeh banget pokoknya. Sedangkan saya, sholat di masjid aja jarang (dulu waktu kuliah, sekarang sih Jama'ah aktif Yasin Tahlil bareng bapak-bapak :D ).

Sebelum nembak A, saya sholat malam dan berdoa agar di dekatkan dengan dia dan mendapatkan jalan yang terbaik dengan A. Saya juga perbaiki sikap saya, yang awalnya banyak omong udah mulai ngerem. Yang awalnya dulu jarang sholat di masjid, mulai aktif sholat jama'ah di masjid (sekali lagi ini kejadian waktu saya masih kuliah). Nah tiba saat yang mendebarkan. Saat dimana nyali saya diuji untuk memberanikan diri ngomong ke A tentang perasaan saya (padahal udah pernah pacaran sih). Namun nyali saya ciut. Tak berkutik di depan A saat itu. Dan yang saya lakukan akhirnya setelah nganter dia pulang ke kost, saya sms dia malemnya. Waktu itu kejadian setelah dari Jogja (mungkin lain waktu saya cerita disini soal kejadian di jogja itu). Saya terus terang soal perasaan saya ke A, dan kakak saya tadi mendukung saya untuk terus maju.

Tapi akhir buruk yang saya dapatkan. Setelah saya nyatakan perasaan saya, dia malah sama sekali tidak pernah nyapa saya. Bahkan saya ajak bareng ke kampus pas di jalan, dianya udah gak mau. Saya tentunya bertanya dalam hati, apakah saya salah? Ketika di lab pun saya tidak disapa.

Mungkin ini karma saya, mendekati Allah hanya untuk cinta kepada manusia. Dan Allah menyadarkan saya dengan cara yang indah. Saya sadar perubahan saya menjadi manusia yang kembali ke jalan Allah ini salah jika niat saya bukan karena saya ingin mendekatkan diri kepada Allah. Saya kecewa tidak mendapatkan A sebagai pendamping hidup saya nanti. Allah Maha Adil dan Maha Penyayang. Saya berdoa kepada Allah agar dapat segera melupakan A.

Lama sekali rasanya waktu itu saya bisa melupakan A. Ada hampir 1 thn saya tidak bertegur sapa dengan A (bukan saya gak mau, tapi saya malu). Padahal banyak temen yang mendukung saya dengan A, tapi saya merasa tidak pantas bersanding dengannya. Saya bukan orang baik-baik. Saya sadar kalau saya hanya seorang manusia yang masih sering berbuat dosa.

Setelah lama saya berusaha mendekatkan diri kepada Allah, berusaha memantaskan diri, akhirnya saya berdoa semoga saya mendapatkan pengganti yang lebih baik dan lebih mengerti daripada A.

Dan inilah saya saat ini, bersama seseorang bernama A juga (Ananda Yulia Kurnia Sari, red) yang alhamdulillah lebih mengerti, lebih baik, lebih cerdas, dan semoga bisa menjadi istri saya yang sholehah nantinya (nunggu dia lulus dulu soalnya :D ). Aamiin.

Sedikit mengulas gambar, kalau saya sih bakalan malu memperkenalkan diri seperti itu. Emang sih bagi sebagian orang udah bagus, apalagi yang cowok-cowok, pasti bakalan langsung bilang kalo dia calon istri yang sholehah. Soalnya dengan lantang A menyebutkan kalau pekerjaan utamanya adalah Sholat dan mengaji. Sedangkan pekerjaan yang sekarang di lakukan sebagai Sampingan.

Tapi kenapa saya bilang kalau saya pasti bakalan malu? Pertama, karena pekerjaan kita yang utama sebagai manusia bukan hanya sholat dan mengaji, tapi Beribadah dan Mengabdi kepada Allah SWT. Karena ibadah itu bukan hanya sholat dan mengaji, tapi puasa, zakat, haji, sedekah, dll. Banyak deh dan gak bakal cukup kalau dijabarkan disini. Yah semoga kalau mbak A membaca bisa sadar dan merubah pekerjaannya ( loh-loh :D ).

Yang kedua, kenapa saya bakalan malu? Karena saya membawa kata atas ijin Allah tanpa tahu bagaimana dan saat apa saya menggunakan. Setelah tadi pertama masalah pekerjaan, ditambah embel-embel atas ijin Allah supaya terlihat islami. Padahal kalau depan kurang tepat, belakangnya pasti ikutan jadi tidak indah lagi.

Yang ketiga, niatnya. Saya gak tau mbak A itu niatnya apa posting itu. Apa sekedar memperkenalkan diri atau riya' masalah pekerjaannya yang "islami" (saya bukan dukun yang tahu isi hati seseorang). Jadi saya tidak akan memberikan ulasan pada bagian ini.

Itu tadi sedikit ulasan dari saya. Terlepas dari saya menjelekkan atau tidak, saya minta maaf. Tidak ada maksud untuk menjelekkan atau apa (jika mbak A atau yang mengetahui membaca). Ini sebagai bentuk penyadaran terhadap diri saya sendiri, maupun kepada pembaca sekalian. Semoga kita mendapat berkah dari Allah SWT melalui blog saya ini. :)

Oke, sampai disini dulu Flashback kali ini, nantinya kalau saya sempat saya usahakan bersambung dengan flashback saya yang lain (jika teringat akan sesuatu hal). Ini juga kebetulan saja karena nemu gambar di Instagram tentang A itu. Mohon maaf juga kalau penggunaan bahasa masih amburadul, maklum penulis pemula. Doakan saja semoga teknik penulisan saya semakin bagus dan bisa istiqomah menjadi penulis. :D

My First Post
Sumber : Google

Setelah sekian lama tidak posting di blog, nah sekarang akhirnya bisa posting lagi. Yah walaupun hanya sekedar blog pribadi baru yang harapannya dapat memberikan wawasan kepada pembaca (wawasan cerita saya :D )

Beberapa dari cerita yang saya ceritakan mungkin pernah pembaca alami juga, walaupun kurang lebihnya tidak jauh berbeda. Tapi jika memang ada kesamaan alur cerita, saya harap pembaca tidak memarahi saya karena ambil cerita dari pembaca (kan cerita saya ya :D )

Akhir kata dari postingan pertama dan pembuka dari blog ini, semoga para pembaca dapat mengambil manfaat dari blog saya ini, kalau tidak ada manfaatnya saya dengan senang hati memperbolehkan pembaca untuk meninggalkan blog saya dan tidak pernah berkunjung lagi. :D